Berdiam Diri di Hadapan Tuhan

Mat 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
 
Saya merenungkan firman ini dengan berkata dalam hati “Tuhan, mengapakah saya tidak bisa melawan, sementara saya sudah dihina dan ditindas? Apakah Tuhan tega melihat saya anakMu ini diperlakukan tidak adil ?” Mungkin anda pun ada yang setuju dengan saya.
 
Menampar pipi kanan (manompas bohi) adalah merupakan penghinaan bagi yang menerimanya. Bukan karena sakit secara fisik, tetapi lebih karena makna / dampak psikologis. Bahkan juga pada adat istiadat Jahudi, pada Jaman Yesus, menampar pipi ini adalah lebih ditekankan pada penghinaan daripada kekerasan fisik.
 
Yesus mengatakan supaya kita tidak melawan. Apakah artinya? Ketika kita tidak melawan itu berarti kita berdiam diri di hadapan Tuhan, dan membiarkan Tuhan mengambil alih pembalasan. Dengan berdiam diri, berarti kita memberi kesempatan kepada Tuhan untuk bekerja.
 

Bagaimana dengan anda, apakah saat ini anda mengalami tekanan, penghinaan, dan kekerasan? Berdiam dirilah di hadapan Tuhan. Serahkan kepada Tuhan permasalahanmu di melalui doa dan ucapan syukur. Jangan melawan kejahatan dengan kejahatan, biarkan Allah yang bekerja, dan yakinlah bahwa Anda akan mendapatkan damai sejahtera.
 

2 Replies to “Berdiam Diri di Hadapan Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *