Musik AI, Keaslian, dan Hati Manusia: Siapa Sebenarnya Penciptanya?

Kita hidup di zaman yang berubah sangat cepat.

Dulu, musik lahir dari proses panjang. Drum harus dipukul oleh orang yang terlatih. Banyak musisi berkumpul untuk menciptakan harmoni. Latihan bertahun-tahun menjadi jalan menuju sebuah karya.

Lalu teknologi datang. Keyboard membuat satu orang bisa menghasilkan suara satu band. Komputer menghadirkan studio di meja kerja. Dan sekarang, musik bisa lahir hanya dari sebuah prompt — beberapa kata, beberapa menit, dan lagu selesai.

Lalu muncul pertanyaan yang mulai terdengar di mana-mana:

Apakah karya seperti itu masih asli? Masih autentik?

Continue reading “Musik AI, Keaslian, dan Hati Manusia: Siapa Sebenarnya Penciptanya?”

Bukan Melempar Batu

Bukan melempar batu, tapi mengampuni Bukan menghakimi, namun mengasihi Seperti Kau mengangkat perempuan yang terhina Dan berkata: “Pergilah, jangan berbuat dosa lagi” Kasih-Mu memulihkan hati.

Pengadilan Takhta Putih (Berdasarkan Wahyu 20:11–15)

Penghakiman Terakhir dan Finalitas Keadilan Allah

Pendahuluan

Di akhir perjalanan sejarah manusia, Alkitab menyingkapkan satu peristiwa besar yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun: Pengadilan Takhta Putih (Great White Throne Judgment). Ini bukan pengadilan simbolik, bukan sekadar figuratif, dan bukan pengajaran moral belaka—ini adalah pengadilan literal, final, dan universal bagi semua yang menolak anugerah keselamatan Allah.

Continue reading “Pengadilan Takhta Putih (Berdasarkan Wahyu 20:11–15)”

Pelayanan Ke Luar atau Ke Dalam ?

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (??Kisah Para Rasul? ?1?:?8)

Pelayanan yang dikehendaki Tuhan bersifat paralel, bukan bertahap.
Ada tiga kali kata “dan” yang menegaskan bahwa pelayanan di dalam (Yerusalem), pelayanan di sekitar (Yudea dan Samaria), dan pelayanan ke luar (sampai ke ujung bumi) harus dilakukan bersamaan. Artinya, kita tidak menunggu sampai satu selesai baru melanjutkan yang lain, melainkan melayani ke dalam dan ke luar secara seimbang dan bersamaan.

Continue reading “Pelayanan Ke Luar atau Ke Dalam ?”