Kode Etik Pendeta

Pembukaan:

Sebagai pelayan Yesus Kristus, yang dipanggil Allah untuk mewartakan Injil dan beroleh karunia Roh Kudus untuk menggembalakan gereja, saya membaktikan diri untuk menunaikan pelayanan saya sesuai dengan pedoman etis dan prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam kode etik ini, supaya pelayanan saya diperkenan di hadapan Tuhan, dan apa yang saya kerjakan menjadi keuntungan bagi persekutuan Kristiani, dan hidupku menjadi saksi bagi dunia.

Tanggungjawab kepada diri sendiri:

  1. Saya akan menjaga kesehatan phisik dan emosi melalui latihan teratur, kebiasaan makan yang sehat, dan pemeliharaan jasmani yang semestinya.
  2. Saya akan merawat kehidupan ibadah saya melalui waktu doa yang tetap, membaca Kitab Suci, dan meditasi.
  3. Saya akan terus membangun intelektualitas melalui belajar pribadi, banyak membaca, dan menghadiri seminar pembinaan.
  4. Saya akan mengatur waktu saya sebaik-baiknya dengan keseimbangan waktu antara kewajiban pribadi, pekerjaan gereja, dan tanggungjawab keluarga, dan dengan memperhatikan waktu istirahat mingguan dan cuti tahunan.
  5. Saya akan berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam keuangan saya, dengan membayar semua hutang tepat waktu, tidak pernah mencari pemberian atau perlakuan yang istimewa, memberi dengan murah hati untuk kepentingan yang utama, dan hidup dengan gaya hidup Kristiani.
  6. Saya akan berlaku benar dalam perkataan, tidak pernah mem-plagiat pekerjaan orang lain, membesar-besarkan fakta, menyalahgunakan pengalaman pribadi, atau meneruskan gosip.
  7. Saya akan mengupayakan sebagaimana Kristus bersikap dan berlaku kepada semua orang tanpa menilai ras, kelas sosial, kepercayaan agama, atau posisi yang berpengaruh baik di gereja maupun masyarakat.

Tanggungjawab kepada keluarga:

  1. Saya akan terbuka untuk setiap anggota keluarga saya, memberi meraka waktu, kasih, dan pertimbangan yang mereka butuhkan.
  2. Saya akan memahami peran unik dari pasangan saya, menyatakan bahwa tanggung jawab utamanya adalah sebagai istri/suami, dan orang tua dari anak-anak, dan selanjutnya untuk mendukung pekerjaan gerejawi sebagai istri/suami pendeta.
  3. Saya akan menghargai anak-anak sebagai karunia Allah, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka tanpa memaksakan harapan yang semestinya.

Tanggungjawab kepada Gereja dan Jemaat:

  1. Saya berupaya menjadi pendeta dan pelayan gereja, mengikut teladan dari Kristus dalam iman, kasih, kebijakan, keberanian dan integritas.
  2. Saya akan sungguh-sungguh menyalurkan waktu dan energi sebagai pendeta, guru, pemberita Firman, dan administrator melalui kebiasaan kerja yang patut dan pembagian waktu yang bertanggungjawab.
  3. Dalam pekerjaan administrasi dan penggembalaan, saya akan berlaku tidak memihak dan adil kepada semua warga.
  4. Dalam tanggungjawab berkhotbah, saya akan memberi waktu yang cukup untuk berdoa dan mempersiapkan diri sehingga khotbah saya akan berdasar Alkitab, benar secara teologi, dan jelas terkomunikasikan.
  5. Dalam konseling penggembalaan, saya akan menjaga ketat kerahasiaan, kecuali dalam kasus dimana diharuskan mengungkapkannya untuk mencegah cidera orang lain dan atau diharuskan oleh hukum.
  6. Dalam tanggungjawab pemberitaan Injil, saya akan berupaya memimpin seseorang kepada keselamatan dan kepada keanggotaan gereja tanpa memanipulasi pertobatan, mengalihkan keanggotaan dari gereja lain, atau merendahkan iman kepercayaan lain.
  7. Dalam perkunjungan dan praktek konseling, saya tidak akan sendirian dengan yang berlawanan jenis kelamin tanpa kehadiran seorang warga yang lain di dekatnya.
  8. Saya tidak akan minta bayaran kepada anggota gereja untuk pelayanan nikah atau pemakaman, untuk bukan warga gereja saya akan membuat kebijakan berdasar kesempatan pelayanan, keterbatasan waktu, dan pandangan teologi.
  9. Sebagai pelayan penuh waktu, saya tidak akan menerima pekerjaan yang menguntungkan tanpa mendapatkan persetujuan gereja.
  10. Bila hendak meninggalkan jemaat, saya akan mengutamakan penguatan gereja melalui pengaturan waktu yang tepat, persetujuan, dan mendapatkan akhir yang baik bagi pelayanan saya.

Tanggungjawab kepada Mitra:

  1. Saya akan berusaya untuk berhubungan dengan semua mitra pendeta, terkhusus dengan siapa saya melayani di gereja, sebagai mitra dalam karya Allah, menghormati pelayanan mereka dan bekerjasama dengan mereka.
  2. Saya akan mengupayakan melayani mitra kerja dan keluarga mereka dengan percakapan, dukungan, dan bantuan pribadi.
  3. Saya akan menolak untuk menempatkan pendeta lain sebagai pesaing dalam membangun gereja, menerima penghormatan, atau pengakuan sukses secara statistik.
  4. Saya akan menghindar dari perkataan yang merendahkan tentang pribadi atau pekerjaan dari pendeta lain, terkhusus pendahulu atau penerus saya.
  5. Saya akan menghargai pelayanan dari penerus saya dengan menolak ikut campur dengan cara apapun dengan gereja yang semula saya layani.
  6. Saya akan kembali ke gereja yang saya layani dulu untuk pekerjaan pelayanan, seperti pernikahan atau pemakaman, hanya dengan undangan dari pendeta yang bertugas.
  7. Saya akan menerima dengan hormat dan sepatutnya para pendeta yang dulu pernah melayani bila kembali ke gereja yang saya layani.
  8. Saya akan memperhatikan dan menaruh hormat kepada semua pensiunan pendeta, dan saat saya pensiun, saya akan mendukung dan mengasihi pendeta saya.
  9. Saya akan jujur dan bermurah hati untuk memberi rekomendasi kepada pendeta lain untuk menduduki jabatan pelayanan di gereja atau keterangan lain.
  10. Bila saya mendapati penyimpangan yang serius dari pendeta lain, saya akan menghubungi pejabat yang bertanggungjawab di dewan gereja, dan memberitahu mereka perkara itu.

Tanggungjawab kepada Masyarakat:

  1. Saya akan mempertimbangkan tanggungjawab utama saya sebagai pendeta kepada jemaat, dan tidak akan pernah mengabaikan kewajiban untuk melayani masyarakat.
  2. Saya akan menerima tanggungjawab untuk pelayanan masyarakat, mengakui bahwa seorang pendeta mempunyai pelayanan umum.
  3. Saya akan mendukung moral publik di tengah masyarakat dengan mengerjakan peran kenabian, dan kesaksian dan pelayanan sosial.
  4. Saya akan menaati hukum pemerintah kecuali memaksa saya untuk tidak menaati hukum Allah.
  5. Saya akan melakukan praktek kehidupan Kristen tanpa mengikatkan diri dalam kegiatan dan kelompok politik yang tidak etis, tidak Alkitabiah, ataupun tidak bijak.

Tanggungjawab kepada denominasi gereja:

  1. Saya akan mencintai, mendukung dan bekerjasama dengan persekutuan beriman, dimana saya adalah bagian, mengakui hutang yang saya dapat dari denominasi gereja karena sumbangannya dalam hidup saya, pelayanan, dan gereja saya.
  2. Saya akan bekerja untuk mengembangkan denominasi saya dalam usaha untuk mengembangkan dan mewujudkan Kerajaan Allah.

Sample Codes of Ethics

Kode Etik Pendeta
Oleh : Pdt. Andreas U.W. (GKJ Tanjung Priok)
http://www.gkj.or.id/?pilih=lihat&id=124

Sumber :

(dari buku: Ministerial Ethics, Moral Formation for Church Leaders, Joe E. Trull & James E. Carter, Baker Academic, GR Michigan 2004), halaman 259-263

2 Replies to “Kode Etik Pendeta”

  1. Selamat Pagi Pak pendeta,

    Saya ingin konsultasi dan meminta pencerahan atas sesuatu yang pernah terjadi pada saya yang efeknya sampai sekarang.

    Saya memiliki seorang ipar seorang pendeta di salasatu gereja terbesar di indonesia. pada tahun 2008 saya dan adeknya yaitu istri saya cekcok. lstri saya memutuskan untuk kabur kerumah kakaknya. menghadapi hal itu saya meminta bantuan kepada ipar saya untuk mendamaikan. karena selain posisi beliau ipar saya dia juga seorang pendeta. tetapi beliau menolak untuk sebagai juru damai. singkat cerita dari itu saya hidup berpisah dengan istri saya. saya tidak tau keberadaannya karena keluarganya merahasiakannya. sampai pada saat ini istri saya sudah menikah lagi.. dan ipar saya itu mencegah pun tidak.

    Apakah pendeta itu seperti itu, ga perduli akan suatu masalah yang nyata-nyata akan menimbulkan kesesatan kepada seorang manusia itu? apakah pendeta itu ga harus mencegah ketika ada seorang yang akan melanggar atau bahkan merendahkan ayat alkitab tentang sebuah perkawinan?

    Mohon pencerahannya pak. jujur saat ini saya sedang shock. kalau seorang pendeta saja yang sangat dengan semua itu tidak bisa mencegah untuk terjadinya perpisahan saya dan istri saya,, apalagi saya yang hanya orang biasa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *