Setengah Umurku Melayani Tuhan

Setengah Umurku Melayani Tuhan

Hari ini genap usiaku 46 tahun. Setengah umurku sudah kupersembahkan untuk melayani Tuhan.

Tahun 1994, di usia 23 tahun, sebagai seorang mahasiswa Teknik Elektro USU dipilih Tuhan untuk melayani sebagai Wakil Sekteraris di Kebaktian Minggu Berbahasa Indonesia (KMBI), GKPS Padang Bulan. Alasan mereka untuk mengangkat saya adalah karena pada waktu itu saya bisa mengoperasikan Komputer dan cocok untuk mengurusi surat-menyurat atau administrasi. Meskipun belum tahu apa sesungguhnya pelayanan itu, karena memang belum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh, saya menerima tugas itu. Saya bersyukur dianugerahkan Tuhan hati yang menurut, mau bekerja melayani meskipun motivasi belum sepenuhnya benar.

Melalui Pelayanan ini, hidup dan motivasi pelayanan saya dikuatkan dan diluruskan. Persekutuan yang baik dan hangat sesama pengurus membuat saya semakin mengenal Tuhan dan pelayanan. Benarlah apa yang disaksikan Firman Tuhan dalam Amsal 13 : 20 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”

Saya bersyukur, ketika dipilih melayani Tuhan di usia mudaku, ternyata ini adalah cara Tuhan menuntun jalan hidupku. Tahun 1996, dengan kesadaran sendiri, melalui doa pribadi waktu saat teduh, saya menerima Yesus sebagai Juruselamatku. Roh kudus sendiri yang menggerakkan hati dan mulut saya untuk mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan mengundangnya masuk ke dalam hidup saya.

Tahun 1997, di usia 26 tahun, saya terpilih sebagai Syamas di GKPS Padang Bulan, dan aktif sebagai Sekteraris di Kebaktian Minggu Berbahasa Indonesia (KMBI), GKPS Padang Bulan. Di Usia 34 tahun, yaitu tahun 2005, saya terpilih menjadi Sintua, dan ditahbiskan menjadi Sintua pada usia 37 tahun pada tahun 2008. Adalah sukacita tersendiri bagi saya, ketika dalam pemilihan Sintua semua anggota jemaat memilih saya, hanya 1 suara yang tidak memilih. Ini terus memotivasi dan menenguhkan saya sampai saat ini. Pada Tahun 2009, saya di pilih menjadi Ketua KMBI.

Pada tahun 2015, pada usia 44 tahun, saya dipilih Wakil Pimpinan Majelis atau WAPENG (Wakil Porhanger). Suatu jabatan, yang seharusnya diemban oleh Sintua, yang bukan hanya jabatan tetapi juga usia yang Tua. Namun saya tidak berani menolak. Bagaimana saya berani menolak pilihan Tuhan ? Terus terang, saya tidak berani. Terlalu baik Tuhan itu untuk ditolak dan dilawan, enggak tega saya (kata orang Medan).

Sebagai pemimpin jemaat yang relatif masih muda, kurang wibawa, memimpin yang lebih senior menimbulkan banyak masalah. Sungkan dan tidak percaya diri adalah musuh yang paling sering muncul. Visi yang belum sama dan misi yang masih berbeda membuat banyak pertentangan yang muncul. Kuat dan sangat berasa sekali pendidikan yang diberikan Tuhan bagi saya khususnya selama satu tahun ini. Banyak air mata mengalir, banyak teriakan, jeritan disampaikan kepada Tuhan. Namun siapa yang berani mundur dari panggilan Tuhan ? Saya hanya was-was, akankah ada Tugas yang lebih berat yang akan diberikan oleh Tuhan ?

Ah, Tuhan, malu saya di hadapanMu. Tidak sebanding sebenarnya dengan berkat yang Engaku berikan. Melalui pelayanan selama ini, engkau telah memberikan saya seorang Istri yang baik dan setia mendukung dalam pelayanan. Engkau anugerahi kami 3 orang putri. Bukan hanya itu, secara finansial juga Engkau memberkati kami dengan luar biasa, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya berkat yang engaku berikan seperti sekarang ini. Kami percaya ini adalah buah dari pelayanan kami, engkau berikan saya keahlian sebagai seorang ahli IT (Di Batam saya pernah dijuliki dengan IBM Siantar, he… he..) dan membuat “mesin uang” di rumah kami, dan mudah-mudahan tahun ini bisa tamat MKom.

Terima kasih atas dukungan dari Saudara-saudara semuanya bagi saya, bagi pelayanan saya dan bagi keluarga saya. Terpujilah Tuhan.

One Reply to “Setengah Umurku Melayani Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *