Gus Dur: Din Syamsudin Ngerti Apa Sih?

Sumber :
http://www.detiknews.com:80/read/2009/01/10/153606/1066172/10/gus-dur-din-syamsudin-ngerti-apa-sih

Jakarta – Tindakan pemerintah RI untuk ikut membantu menghentikan konflik di Jalur Gaza dinilai tidak akan berhasil. Begitu pula tindakan ormas di Indonesia yang ramai-ramai mengecam serangan Israel tersebut.

“Nggak ada apa-apanya. Israel nggak nurut, Palestina juga nggak nurut,” ujar Gus Dur di sela-sela acara kongkow bareng Gus Dur di KBR 68H, Jalan Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (10/1/2009).

Gus Dur juga menilai tindakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang membentuk koalisi Masyarakat Madani untuk Palestina sebagai tindakan yang sia-sia. Sebelumnya, Din telah mengumpulkan tokoh-tokoh lintas parpol, agama dan budaya dan mendesak PBB segera bertindak untuk menghentikan konflik di Gaza pada tanggal 7 Januari lalu.

“Nggak usah ngomonglah, wong nggak ngerti masalah sana, nggak usah lah. Din Syamsudin ngerti apa sih? Dia nggak ngerti sejarahnya, Palestina yang mana.
seperti apa Indonesia harus berkoalisi dengan Hamas,” ungkap Gus Dur.

Menurut Gus Dur, PKB juga tidak akan melakukan aksi-aksi di jalanan untuk mengecam Israel, seperti yang dilakukan PKS.

“PKB tidak pernah membicarakan masalah itu. Biarin aja,” imbuh mantan presiden RI itu. 

Gus Dur menjelaskan konflik di Palestina sudah terjadi sejak lama. Menurutnya konflik itu akan terus terjadi selama Hamas masih menembakan roket ke wilayah pemukiman Yahudi.
(rdf/djo)

Prodigal son (Kesaksian anak Anggota Hamas)

By Avi Issacharoff

Original : http://www.haaretz.com/hasen/spages/1007462.html

CALIFORNIA – A moment before beginning his dinner, Masab, son of West Bank Hamas leader Sheikh Hassan Yousef, glances at the friend who has accompanied him to the restaurant where we met. They whisper a few words and then say grace, thanking God and Jesus for putting food on their plates.
 
 It takes a few seconds to digest this sight: The son of a Hamas MP who is also the most popular figure in that extremist Islamic organization in the West Bank, a young man who assisted his father for years in his political activities, has become a rank-and-file Christian. A few seconds later, he is savoring his meal, explaining that he hasn’t been eating much recently because of financial problems. During the past week he has been living with the friend, a Christian, of course, whom he met at church. “Without him,” he says, “I would have become homeless.” 
 
Continue reading “Prodigal son (Kesaksian anak Anggota Hamas)”

Si Dua Lapis Panonggor

Nantoari (16 Des 2008), hanami melayani sada oppung br Purba, umut 88 tahun. Oppung on boi mengidah makhluk halus, anggo i huta igoran ma si dua lapis panonggor. Gati do gan, anggo mulak hun partonggoan borngin, i suruh soh lobei hasoman ni, ase lewat “sidea” makhluk halus ai.

Bani akhir pelayanan, timbul ma rasa ingin tahu-ku, husukkun ma oppung on, “Marbeda do i idah ham halak halus ai pakon hita on?”
Jawabni oppung ai : “Anggo sidea, lang ongga huidah naheini.”

Bahatdo pattangan ni oppung on, antara lain, lang boi mangan bani na mateian, janah dong do panjaga badanni. Selama on memang ‘terjaga do’ badanni, janah lang dong na mangganggu kelaurgani secara fisik.

Namun belakangan on, gati ma ia bulinsah, halani gati ma “mahluk halus’ roh hubani, janah igotiki (dicubiti) ma ia. Taridah do ai bani tangan ni na marsalaon (membiru). Lang pitah ai, bani keluargani sidea pe sabotulni dong do taridah ai, aima 2 anakni naboru lang marniombah, ekonomi anak-anak susah, pakon nalegan.

Jadi marhitei piga-piga kawanni i parari kamisan, ikontak sidea ma hanami, ase boi manghubungi pandita untuk pelepasan ‘ilmu’ atap pe ‘kuasa gelap’.

Syukurlah, satu jiwa bisa diselamatkan.

Keluaran 18:
9-12 “Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu.
18:10 Di antaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
18:11 seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Osteoporosis Penyakit Diam-diam

Oleh : Sanny Krisdawati AMG
Sumber : Harian Analisa

Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya masa tulang secara nyata yang berakibat rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis datang bagaikan rayap di pintu ataupun tiang penyangga rumah.  Tak terduga.  Baru jika tulang sudah keropos, patah tulang dadakan langsung menjadi gejala yang dikeluhkan.  Orang-orang acap kali tidak tahu bahwa mereka menderita osteoporosis sampai ketika tulang mereka sedemikian lemahnya, regangan tubuh yang mendadak, persinggungan, ataupun jatuh menyebabkan patah tulang.  Karena itu, tak berlebihan pula jika penyakit ini disebut silent disease (penyakit diam-diam).

Continue reading “Osteoporosis Penyakit Diam-diam”

Mencegah Pikun Sejak Dini

Oleh : Arihta Pandia, S.Si, Apt.
Sumber : Harian Analisa

SEBAGAIMANA organ tubuh yang lain, maka otak manusia juga mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.

Akibat dari penurunan fungsi otak salah satunya adalah timbulnya gangguan daya ingat atau intelegensia yang dalam bahasa medis disebut demensia atau yang biasa kita kenal dengan istilah pikun. Untuk mereka yang sudah memasuki usia tua, pikun adalah kondisi yang wajar yang biasa dialami, meski ada juga kepikunan yang terjadi karena penyakit yang merusak jaringan otak seperti Alzheimer.

Continue reading “Mencegah Pikun Sejak Dini”