Warga Negara Yang Baik – Punya NPWP dan Bayar Pajak

Sebenarnya, saya sudah memliki NPWP sejak Agustus 2004.

Karena banyak faktor, maka saya belum pernah menyerahkan SSP apalagi SPT.  Saya membayangkan bagaimana sulitnya membayar pajak.

Setelah melalui pertimbangan yang lama, dan adanya “pengampunan” melalui Sunset Policy, maka akhirnya saya pergi juga berkonsultasi ke KPP Polonia Medan. Saya bertemu dengan seorang AR dan menjelaskan bahwa mestinya saya sudah di denda 100rb per bulan mulai 2004. Karena adanya Sunset Policy, maka saya cukup membayar pajak yang belum disetor. Tidak apa-apalah, sebagai seorang warga, bangga juga bisa nyumbang untuk pembangunan negara ini.

Setelah membuat SPT 2004 s/d 2008, dibantu oleh si AR tadi, maka selesailah sudah laporan pajak yang selama ini diabaikan.  Rupanya gampang ya!

Setelah saya menerima resi penerimaan SPT dari teller di KPP, saya bertaya “Apakah urusan saya sudah selesai ?”,
“Sudah pak!” jawabnya
“Kalau begitu saya sudah bisa tidur nyenyak ya?” jawab saya, mengacu kepada slogan Sunset Policy.
Pegawai KPP hanya senyum.

Valentine Day – I Love You

Berkenaan dengan hari lahirnya si Palentino (ialimhon hu Simalungun, halani gantengdo, marga Purba ma on), mulailah muncul kegiatan-kegiatan untuk merayakan si Palentino Purba ini.
 
bay de wey, apa gerangan artinya ketika seorang pria menyatakan “Aku mengasihi mu (I love you) kepada kekasihnya, apakah itu pacarnya ataupun mantan pacarnya (baca : istri).
 
Mengasihi adalah tindakan seseorang, supaya target yang dikasihinya menjadi bahagia dan senang. Mungkin lebih jelas, ketika seorang ibu mengatakan kepada bayinya, aku mengasihimu. Maka apapun dan bagaimanapun perlakuan si bayi, maka si ibu tetap mengasihinya.
 
Konselor perkawinan, sering menyatakan bahwa, tujuan pernikahakan itu bukanlah untuk bahagia, tetapi adalah untuk membahagiakan. Artinya, tindakan itu adalah satu arah. Sering diartikan sebagai komitmen, bukan sebagai perjanjian.
 
Mengasihi pasangan kita merupakan komitmen, sehingga apapun yag kita dapat dari pasangan kita, kita bisa tetap mengasihi dia. Mengasihi bukan sebagai perjanjian, yang dapat batal, ketika kita tidak mendapatkan yang kita harapkan dari pasangan kita.
 
Selamat hari Palentino!
 
 
Jesri

Simpati Kepada Bangsa Palestina

Oleh : Andry Pakan

Perjuangan panjang bangsa Palestina belum juga menampakkan tanda-tanda yang menggembirakan bagi berdirinya suatu negara Palestina. Suatu negara yang diakui oleh bangsa-bangsa di dunia dan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Palestina serta memberi perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh tumpah darah Palestina.

Beberapa kali sudah usaha-usaha yang didasari oleh itikad baik untuk mewujudkan suatu negara Palestina serta mewujudkan perdamaian dengan Israel telah kandas. Dan sekarang ini, berbagai usaha damai tsb seakan-akan tidak meninggalkan bekas seiring dengan memuncaknya krisis yang sedang terjadi di Jalur Gaza.
Dari ditandatanganinya perjanjian Camp David yang diprakarsai presiden Jimmy Carter, kemudian perjanjian damai yang ditandangani oleh mendiang Yasser Arafat dan mendiang Yitzak Rabin di era Bill Clinton, lalu, rangkaian perundingan yang mewujudkan kesepakatan Oslo (Norwegia), sampai diretasnya Peta Jalan Damai di masa pemerintahan presiden George W. Bush, semuanya itu telah melibatkan sejumlah tokoh-tokoh Palestina, yang hemat saya, tidak diragukan komitmennya bagi terbentuknya negara Palestina yang merdeka, bermartabat dan mensejahterakan seluruh tumpah darah Palestina. Di samping itu, tokoh-tokoh Palestina tsb, juga tidak diragukan komitmennya untuk hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Sebutlah, alm. Yasser Arafat dan penggantinya Mahmoud Abbas, serta sejumlah pejuang, tokoh politik dan diplomat Palestina, baik yang beragama Islam, seperti ,Mohammad Dahlan, Nabil Shaath selain Arafat, Abbas dll; maupun yang beragama Kristen, seperti, Hanan Ashrawi, George Habash, Raymonda Tawil, Edward Said, dll. Selain nama-nama tsb di atas, rangkaian perundingan damai selama puluhan tahun, telah melibatkan tokoh-tokoh internasional dari berbagai negara, Eropah, Timur Tengah, Asia, Afrika dan PBB.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan tokoh-tokoh Palestina di atas ketika menyaksikan krisis dan penderitaan rakyat Palestina yang sekarang terjadi di Gaza.
Perlu kiranya mengetahui penyebab atau asal muasal peristiwa yang sekarang sedang terjadi di Gaza.
Semuanya bermula dari kehadiran kelompok pendatang baru dalam perjuangan bangsa Palestina, yaitu Hamas. Strategi perjuangan mereka telah menuai apa yang sekarang terjadi di Gaza dan (seakan-akan) mementahkan seluruh rangakain usaha mewujudkan Negara Palestina dan perdamaian yang sudah dimulai di era Yasser Arafat, yang sejak th 1969 memimpin PLO (Palestinian Liberation Organization).
Pendekatan-pedekatan yang dilakukan Hamas untuk memikat hati penduduk Palestina yang tinggal di Jalur Gaza sungguh berhasil. Pemilu yang dilakukan di Gaza memberi kemenangan kepada kelompok Hamas dan pukulan kepada kelompok Fatah yang telah puluhan tahun berjuang. Hasil pemilu kemudian membawa Hamas mendepak kepemimpinan Mahmoud Abbas untuk mengontrol Jalur Gaza.
Model pendekatan apakah yang dilakukan Hamas?
Menghadirkan kesejahteran semu dan membangkitkan serta menanamkan kebencian terhadap Israel. Keduanya berjalan beriringan. Di tengah-tengah beratnya kondisi ekonomi masyarakat Palestina, Hamas tahu betul kondisi psikologis masyarakat sebagai akibat pengalaman traumatik terhadap Israel selama bertahun-tahun.
Keberhasilan Hamas memenangkan pemilu di Gaza, juga ditunjang oleh kelemahan-kelamahan yang timbul didalam kelompok Fatah. Kelemahan-kelemahan tsb disebabkan oleh semacam virus ‘victoria desease’ yang mewujud dalam melemahnya mutu kaderisasi, yang kemudian mengakibatkan merosotnya disiplin dan perhatian para pemimpin Fatah kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Akankah Hamas berhasil memperjuangakan cita-cita dan perjuangan bangsa Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun?
Sulitnya mendapat dukungan internasional adalah masalah yang tidak mungkin dipecahkan Hamas. Idiologi dan cita-cita yang diwujudkan dalam serangan-serangan roket selama bertahun-tahun telah memasung Hamas dalam ketidakmungkinan untuk membawa bangsa Palestina meraih kepercayaan dunia sebagai syarat bagi keabsahan suatu negara baru yang berdaulat dan memperoleh pengakuan bangsa-bangsa di dunia dan yang dapat diterima sebagai anggota PBB.
Idiologi dan cita-cita Hamas adalah suatu penyangkalan terhadap segala usaha yang telah dilakukan selama puluhan tahun sejak Perjanjian Camp David yang ditandatangani mediang Yasser Arafat dan mendiang Menachem Begin, sampai Kesepakatan Peta Jalan Damai yang akan bermuara kepada berdirinya negara Palestina yang berdaulat berdampingan dengan negara Israel yang berdaulat. Penyangkalan terhadap segala usaha dan itikat baik serta pengorbanan tokoh-tokoh Palestina dan tokoh-tokoh Israel serta sumbangsih berbagai tokoh dunia adalah suatu bentuk kepicikan dan arogansi. Maka, bagaimana mungkin masyarakat dunia memberi dukungan kepada Hamas? Kita ketahui dukungan masyarakat internasional tidak hanya berupa dukungan moral, tetapi juga financial yang tidak kecil jumlahnya. Dibutuhkan jutaan bahkan milyardan dollar untuk membangun Palestina, sejumlah negara yang mendukung perundingan sudah menyerahkan donasinya kepada PLO yang digunakan antara lain untuk membayar gaji pegawai. Dunia mengingat pengorbanan Yasser Arafat yang memilih hidup membujang selama puluhan tahun, pengorbanan Yitzak Rabin yang membayar perundingan damai dengan nyawanya (ditembak oleh militan Yahudi tidak lama setelah penandatanganan perjanjian), dan berbagai pengorbanan lainnya. Memori dunia masa kini tidak mungkin melupakan rangkaian perundingan panjang dan melelahkan serta pengorbanan-pengorbanan yang mengiringi usaha damai tsb. Hamas menafikan semua itu melalui agenda penghapusan Israel dari peta geopolitik Timur Tengah.

Sebagai bagian dari masyarakat dunia yang mendambakan kedamaian, kita sangat prihatin terhadap nasib bangsa Palestina, khususnya yang tinggal di Jalur Gaza. Dalam keprihatinan itu, kita juga sangat menyesalkan serangan-serangan Israel yang telah menuai korban ratusan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Tidak cukup hanya menyatakan keprihatinan dan duka cita mendalam terhadap keluarga para korban dan bangsa Palestina keseluruhan.
Seyogianya, ada sumbangsih nyata yang kini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, termasuk sumbangsih nyata dan maksimal bagi segera dihentikannya serangan-serangan Israel ke Gaza dan tembakan roket Hamas. Pengumpulan dana melalui derma-derma di tempat-tempat ibadat, doa bersama bagi rakyat Palestina dan doa bagi usaha-usaha damai adalah hal-hal yang patut dilakukan oleh umat beragama. Segala sumbangan yang terkumpul sebaiknya disalurkan kepada Otoritas tertinggi bangsa Palestina (PLO), dalam hal ini kelompok Mahmoud Abbas, karena merekalah yang diakui PBB sebagai wakil yang syah rakyat Palestina.

Memang perang hanya membuahkan kepahitan dan penderitaan, dalam hal ini bangsa Palestina telah menderita sekian puluh tahun, akibat konflik dengan Israel yang tidak kunjung usai.
Salah satu buku yang mengungkap rangkaian penderitaan dan perjuangan panjang bangsa Palestina berjudul “Blood Brothers”, ditulis oleh Elias Chacour dan David Hazard. Elias Chacour, orang Palestina asli, ditahbiskan di Gereja Melkit, sebuah badan kuno orang-orang percaya yang telah eksis di Timur Tengah sejak berabad-abad. Memperoleh pendidikan di Paris pada Seminaire du Saint Sulpice. Dia adalah orang Palestina pertama yang meraih gelar dari Universitas Ibrani, dimana ia mempelajari Alkitab dan Talmit. Perjuangan dan iman dari Chocur diilhami oleh “Khotbah Di Bukit”. Dia mempunyai keprihatinan yang halus kepada mereka yang datang berziara ke Israel untuk memuliakan tempat-tempat suci masa lalu, tapi mengabaikan mahluk manusia , yang datang hanya untuk melihat “batu-batu suci dan pasir-pasir suci”.
Kalau Anda ke Israel, apakah Anda juga ingin menyaksikan “batu-batu hidup” ?
Buku tsb telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Perang Maut Antara Saudara Sekandung” .

Catatan : Ingat “Bina Kasih” , ingat Bp. H.A Oppusunggu, alm.

-andry-090109

Surat terbuka bagi orang Indonesia yang berdemonstrasi terhadap Israel

Surat terbuka bagi orang Indonesia yang berdemonstrasi terhadap Israel

Saya memikirkan orang-orang yang terlibat dalam demonstrasi ini. Apakah Anda tahu yang menjadi latar belakang konflik ini ? Menurut Anda bagaimana solusi bagi masalah antara Israel dan Palestina ? Mengapa mereka memilih Israel dan bukannya Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan masa depan normal bagi Palestina ? Saya ingin Anda membaca ini, mendengarkan ini. Dan bila Anda ingin melancarkan protes – silakan, namun lakukanlah dengan pengertian, bukan hanya kata-kata kosong dan propaganda.

 

Beberapa mengatakan : kami demonstrasi karena kami ingin Palestina memiliki negara sendiri dan tidak hidup dalam penjajahan Israel

 

Bahkan untuk mulai pembicaraan tentang berakhirnya konflik Israel – Palestina, seseorang perlu menerima konsep solusi dua negara. Konsep dua negara ini artinya Israel dan Palestina hidup berdampingan satu dengan yang lainnya dengan damai. Saat para perwakilan Israel dan Palestina mulai membicarakan perdamaian, dalam perjanjian Oslo di tahun 1993, ini adalah dasar dari negosiasi. Mengakhiri semua permusuhan, adanya teritorial bersama atas klaim historis dan berbagi daerah. Pemerintah Indonesia juga mendukung gagasan ini saat Indonesia bergabung dengan para pemimpin negara dalam pertemuan baru-baru ini (2008) di Annapolis yang bermaksud menyalakan kembali semangat negosiasi.

Israel secara formal dan dalam setiap forum menerima solusi dua negara. Negosiasi untuk kesepakatan telah dilaksanakan bersama Otorita Palestina selama beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi, hal yang paling mendasar pada Hamas adalah menolak keberadaan Israel, untuk menghapuskan Israel dengan segenap kekuatan. Negosiasi bukanlah pilihan, tidak ada yang dapat dinegosiasikan mengenai hal ini. Solusi dua negara bahkan merupakan sebuah kemungkinan.

Selengkapnya di http://jakarta.mfa.gov.il/mfm/web/main/Print.asp?DocumentID=92517

Hamas Menggunaan Sipil sebagai Tameng

Oleh :Itamar Marcus and Barbara Crook
Judul Asli : Hamas Explains Use of Civilians as Human Shields
Translate by Google Translate.

“Kami menginginkan kematian sebagai kehidupan yang anda inginkan.”

PBB pengumuman bahwa 51 warga sipil telah tewas dalam konflik di Gaza harus dipahami dalam konteks dari Hamas menyatakan ideologi untuk menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia untuk Hamas fighters. Memang, Hamas terus menekankan mempromosikan agama dan ideologi bahwa kematian bagi Allah adalah yang ideal untuk diikuti secara aktif.

Tujuannya adalah untuk meyakinkan Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, untuk tidak takut mati tetapi bahkan dengan muka di bagian depan untuk melindungi Hamas fighters. Hamas dari penempatan dari instalasi militer di kalangan sipil dan fighters mencerminkan ideologi ini, dan ini telah menyebabkan 51 kematian.

J wakil Hamas di dewan legislatif PA tahun ini dinyatakan bangga fakta bahwa perempuan dan anak-anak yang digunakan sebagai perisai manusia dalam memerangi Israel. Dia digambarkan sebagai bagian dari “industri kematian” di Palestina yang unggul, dan dijelaskan bahwa Palestina “keinginan kematian” dengan intensitas yang sama Israelis “keinginan hidup.”

Berikut ini adalah teks lengkap dari komentar dengan perwakilan Hamas Fathi Hamad: “Bagi orang Palestina kematian menjadi sebuah industri, di mana perempuan dan unggul sehingga tidak semua orang di negeri ini: orang tua excel, Jihad fighters yang unggul, dan anak-anak unggul. Dengan demikian [Palestina] membuat perisai manusia perempuan, anak-anak, orang tua dan Jihad fighters terhadap mesin Zionist bom, seolah-olah mereka berkata kepada musuh Zionist: Kami menginginkan kematian sebagai kehidupan yang anda inginkan. ”

Link terkait  :