Bermegahlah karena mengenal dan memahami Tuhan

Oleh : Jesri HT Purba

Yeremia 9:23-24

Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (The LORD says, “Wise men should not boast of their wisdom, nor strong men of their strength, nor rich men of their wealth. If anyone wants to boast, he should boast that he knows and understands me, because my love is constant, and I do what is just and right. These are the things that please me. I, the LORD, have spoken.”)

Ada banyak hal yang dapat membuat seorang manusia bermegah dan bangga. Tidak sedikit orang yang berduit, yang punya jabatan dan pengaruh berbangga dan bermegah dan bahkan sombong.

Pada Firman Tuhan diatas, kita telah diingatkan bahwa tidak boleh bermegah, bangga karena kita memiliki semuanya. Mengapa demikian? Karena segala sesuatu yang kita punya adalah berasal dari Tuhan, sehingga harus kita hormati juga otoritas Tuhan yang telah memberikan berkatNya ke orang lain secara berbeda-beda. Ketika kita memandang rendah seseorang yang miskin, sesungguhnya kita sedang  menghina Sang Penciptanya, yaitu Allah.

Kebanggaan dan kemegahan yang sejati harus didasarkan pada pengenalan kita terhadap Tuhan. Ketika kita sudah memahami (menyatu) dan mengenal Allah, itulah kemegahan yang sesungguhnya. Tidak ada yang bisa menggantikannya.

Jesus Pendamai Manusia-Allah (1 Petrus 3 : 18 – 22)

1 Petrus 3 : 18 – 22 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. 

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita

Persoalan manusia yang paling dasar adalah putusnya hubungannya dengan Allah. Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan di usir dari Taman Eden, maka putuslah hubungan Adam dam hawa serta keturunannya dengan Allah. Putusnya hungungan ini membuat manusia tersiksa di dunia ini dan di hukum dalam maut api neraka. Berbagai usaha telah diprakarsai oleh Allah untuk menyadarkan manusia supaya bertobat dan kembali ke jalan Allah, namun semuanya gagal, termasuk Proyek Raksasa Nuh yaitu membuat sebuah Bahtera, juga gagal.

Continue reading “Jesus Pendamai Manusia-Allah (1 Petrus 3 : 18 – 22)” »

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
Visit Us
Follow Me
INSTAGRAM