Tujuan utama Ibadah Rabu Abu adalah membawa umat masuk ke dalam masa pertobatan dan persiapan rohani menjelang Paskah. Rabu Abu menjadi awal masa Prapaskah (40 hari), yaitu waktu untuk kembali memeriksa hati di hadapan Tuhan.
Berikut penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami:
Dulu, musik lahir dari proses panjang. Drum harus dipukul oleh orang yang terlatih. Banyak musisi berkumpul untuk menciptakan harmoni. Latihan bertahun-tahun menjadi jalan menuju sebuah karya.
Lalu teknologi datang. Keyboard membuat satu orang bisa menghasilkan suara satu band. Komputer menghadirkan studio di meja kerja. Dan sekarang, musik bisa lahir hanya dari sebuah prompt — beberapa kata, beberapa menit, dan lagu selesai.
Lalu muncul pertanyaan yang mulai terdengar di mana-mana:
Apakah karya seperti itu masih asli? Masih autentik?
Tidak sedikit orang yang sungguh-sungguh menjalankan kasih. Mereka menolong sesama, memberi waktu dan tenaga, serta terlibat aktif dalam kehidupan bersama. Dari luar, semua itu tampak indah dan patut disyukuri. Namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua kasih yang dikerjakan mampu bertahan ketika persoalan datang.
Bukan melempar batu, tapi mengampuni Bukan menghakimi, namun mengasihi Seperti Kau mengangkat perempuan yang terhina Dan berkata: “Pergilah, jangan berbuat dosa lagi” Kasih-Mu memulihkan hati.