<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jesri Site &#187; Health</title>
	<atom:link href="http://jesri.purba.or.id/category/health/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jesri.purba.or.id</link>
	<description>I dedicate my heart to You Lord, sincere and honest!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 17:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Pembesaran Prostat</title>
		<link>http://jesri.purba.or.id/health/pembesaran-prostat.html</link>
		<comments>http://jesri.purba.or.id/health/pembesaran-prostat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 17:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jesri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Prostat]]></category>
		<category><![CDATA[reproduksi pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jesri.purba.or.id/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Pembesaran Prostat    Sumber : Harian Analisa 23 Agustus 2010 Oleh: Menti PROSTAT adalah kelenjar eksokrin pada sistem reproduksi pria. Fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan me-nyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani. Pembesaran prostat adalah gejala umum yang sering dia-lami pria di atas usia 50 tahun. Pembesaran terjadi di bagian tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembesaran Prostat   </p>
<p>Sumber : <a href="http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=66342:pembesaran-prostat&amp;catid=131:artikel&amp;Itemid=188" target="_blank">Harian Analisa 23 Agustus 2010</a><br />
Oleh: Menti</p>
<p><a href="http://jesri.purba.or.id/wp-content/uploads/2010/08/postrat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-299" title="postrat" src="http://jesri.purba.or.id/wp-content/uploads/2010/08/postrat.jpg" alt="" width="200" height="160" /></a>PROSTAT adalah kelenjar eksokrin pada sistem reproduksi pria. Fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan me-nyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani.</p>
<p>Pembesaran prostat adalah gejala umum yang sering dia-lami pria di atas usia 50 tahun. Pembesaran terjadi di bagian tengah dari kelenjar prostat yang mengelilingi saluran kencing.</p>
<p>Apabila pembesaran kelenjar prostat ini berlangsung terus, maka dapat mengarah ke tahap yang lebih serius, dapat me-nyumbat saluran kencing sampai ke kanker prostat (tumor prostat, baik tumor jinak maupun ganas).</p>
<p>Tumor Prostat jinak meru-pakan pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ga-nas. Ini berbeda dengan kanker prostat. Hal ini tidak menimbulkan gejala, tetapi jika tumor ini terus berkembang, maka akhirnya akan mendesak uretra yang mengakibatkan rasa tidak nya-man.</p>
<p>Secara normal, prostat ber-kembang sesuai pertamabahan usia. Dimulai dari ketika ukuran kecil ketika masih anak-anak terus bertumbuh menjadi 20 gram pada usia 30 tahun. Ukuran prostat akan menetap sampai pada usia kira-kira 50 tahun. Pada usia 80 tahun, prostat akan berkembang lagi mencapai berat 35 gram.</p>
<p><span id="more-298"></span>Gejala yang sering dikeluhkan oleh pria (di atas 50 tahun) yang mengalami pembesaran prostat antara lain: pancaran kencing lemah, pancaran kencing ter-putus-putus, tidak tuntas saat berkemih, dan rasa ingin kencing lagi sesudah kencing selesai. Keluhan lainnya: keluarnya kencing selama beberapa detik pada akhir berkemih.</p>
<p>Frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di malam hari karena sering kencing, sehingga sering dikira menderita penyakit diabetes melitus. Ada juga sebagian penderita yang merasa sulit menahan kencing, rasa sakit waktu berkemih, bahkan kencing bercampur darah.</p>
<p>Pembesaran prostat ada dua kelompok, yaitu: Benign Pros-tatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat yang tergo-long jinak dan yang termasuk ganas (kanker prostat). Memang tidak semua pria mengalami pem-besaran prostat. Berdasarkan hasil laporan sebuah lembaga penelitian, pria berumur lebih dari 50 tahun kemungkinan me-ngalami pembesaran prostat adalah 50 persen. Sedangkan pria berusia 80-85 tahun, kemung-kinannya meningkat menjadi 90 persen.</p>
<p>Pada awalnya, penderita pembesaran prostat tidak mera-sakan gejala apa pun, tetapi jika pembesaran itu terus berkembang dan akhirnya mendesak uretra/saluran kencing luar maka akan mengakibatkan rasa tidak nyaman saat kencing, seperti yang telah diterangkan di atas.</p>
<p>Untuk menentukan apakah sudah terjadi pembesaran atau belum perlu dilakukan peme-riksaanUltrasonografi prostat (USG). Pada sebagian kasus, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan uroflowmetri.</p>
<p>Uroflowmetri merupakan pemeriksaan untuk mengetahui kekencangan aliran kencing. Dengan pemeriksaan ini dapat terdeteksi secara lebih teliti adanya Benign Prostatic Hypeplasia ataupun pembesaran prostat.</p>
<p><strong>Gejala</strong></p>
<p>Jika digolongkan, ada dua gejala pembesaran prostat, yaitu gejala obstruktif (sumbatan) dan gejala iritatif (peradangan). Gejala obstraktif meliputi ehesi-tancyl (dilihat dari pancaran kencing). Sedangkan yang terma-suk gejala iritatif adalah fre-kuennsi kencing yang tidak terlalu normal (terlalu sering).</p>
<p>Untuk menanggulangi pembe-saran prostat, ada beberapa pilihan yang bbisa dijadikan sebagai terapi yaitu: observasi bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan, pem-berian obat-obatan yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih.</p>
<p>Ada obat yang bekerjanya antara lain secara hormonal, ada pula yang berfungsi mengurangi volume prostat.</p>
<p>Terapi lain adalah dengan fithotherapy/jamu-jamuan yang mekanismenya hingga saat ini sedang dalam penelitian.</p>
<p>Bagi penderita pembesaran prostat yang sudah mengalami kesulitan tertentu, seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan, maka pilihan selanjutnya adalah dengan operasi.</p>
<p>Jenis operasi yang bisa dila-kukan, bisa dengan operasi invasif minimal, yaitu tindakan operasi yang ditujukan bagi pasien dengan risiko tinggi pembedahan sama seperti pasien penyakit jantung, diabetes melitus dan operasi untuk usia lanjut.</p>
<p>Setiap operasi tentu ada kemungkinan munculnya efek samping, meskipun sangat mini-mal. Tidak hanya operasi pembe-saran prostat, operasi pada saraf tulang belakang, kanndung kemih atau panggul bisa mengakibatkan efek samping berupa impotensi. Hal ini dikarenakan terjadinya kerusakan pada saraf-saraf penting jaringan otot atau pem-buluh darah di sekitar daerah perkenncingan.</p>
<p>Di samping itu, operasi di atas juga dapat mengakibbatkan pemandekan panjang penis. Hal mungkin disebabkan oleh karena operasi itu sendiri atau ber-hubungan dengan hilangnya fungsi ereksi penis yang prosesnya mirip dengan kelemahan otot pada saat patah tulang lengan atau kaki yang harus dibantu dibungkus gips selama beberapa bulan.</p>
<p>Dalam penelitian, hanya 33 persen dari pria yang mengalami efek samping operasi dapat men-capai ereksi dalam waktu tiga bu-lan setelah operasi. Jika selan-jutnya penis tidak mampu ereksi (tidak berfungsi sama sekali), maka dipertimbangkan untuk membuat ereksi buatan seperti dengan pompa vakum. Hal ini diharapkan dapat men-cegah pemendekan panjang penis setelah operasi.</p>
<p>Tentang efek samping pas-caoperasi (impoten) tidak perlu terlalu dirisaukan, karena tujuan mengatasi masalah yang diaki-batkan oleh adanya pembesaran kelenjar prostat tentu lebih utama daripada efek samping minimal (impoten) yang akan muncul. Karena cuukup banyak cara untuk mengatasi impoten pascaoperasi pembesaran prostat.</p>
<div id="st0000000001" class="st-taf"><script src="http://taf.socialtwist.com:80/taf/js/shoppr.core.js?id=0000000001"></script><img style="border:0;margin:0;padding:0;" src="http://tellafriend.socialtwist.com:80/wizard/images/tafbutton_blue16.png" onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '0000000001', 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fpembesaran-prostat.html', 'Pembesaran+Prostat')" onclick="cw(this, {id:'0000000001',link: 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fpembesaran-prostat.html', title: '+Pembesaran+Prostat+' })"/></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jesri.purba.or.id/health/pembesaran-prostat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angin Duduk = Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut</title>
		<link>http://jesri.purba.or.id/health/angin-duduk-sindrom-serangan-jantung-koroner-akut.html</link>
		<comments>http://jesri.purba.or.id/health/angin-duduk-sindrom-serangan-jantung-koroner-akut.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 17:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jesri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[angin duduk]]></category>
		<category><![CDATA[koroner akut]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[sindrom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jesri.purba.or.id/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[‘Angin Duduk’ = Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut Sumber : Harian Analisa 23 Agustus 2010 Oleh: Fadil Abidin     KETIKA mertua saya me-ninggal mendadak setahun lalu, saya tidak tahu persis penyebab kema-tiannya karena ia ber-domisili di sebuah desa di luar kota Medan. Tapi sepanjang pengetahuan saya dan istri, beliau selama ini sehat-sehat saja, tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="_mcePaste">‘Angin Duduk’ = Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut</div>
<div>Sumber : <a href="http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=66343:angin-duduk--sindrom-serangan-jantung-koroner-akut&amp;catid=131:artikel&amp;Itemid=188" target="_blank">Harian Analisa 23 Agustus 2010</a></div>
<div id="_mcePaste">Oleh: Fadil Abidin</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div><a href="http://jesri.purba.or.id/wp-content/uploads/2010/08/sakit.jpg"><img class="size-full wp-image-293 alignleft" title="sakit" src="http://jesri.purba.or.id/wp-content/uploads/2010/08/sakit.jpg" alt="" width="100" height="140" /></a>KETIKA mertua saya me-ninggal mendadak setahun lalu, saya tidak tahu persis penyebab kema-tiannya karena ia ber-domisili di sebuah desa di luar kota Medan.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi sepanjang pengetahuan saya dan istri, beliau selama ini sehat-sehat saja, tidak ada kelu-han penyakit yang berat. Saya hanya mendapat informasi sekilas dari adik ipar bahwa beliau meninggal karena ‘masuk angin’ kemudian menjadi parah sehing-ga terkena ‘angin duduk’.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Saya pun lalu menelepon abang kandung, seorang dokter yang bertugas di Belitung dan menanyakan apa itu ‘angin duduk’. Menurut dia sebenarnya di dunia medis tidak dikenal penyakit ‘angin duduk’.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Di daerahnya tidak dikenal istilah itu, nama tersebut konon hanya nama lokal di beberapa daerah saja terutama di sekitar komunitas masyarakat suku Jawa. Tapi menurut ciri-ciri yang saya sebutkan sebagai penyebab kematiannya, ia lalu berke-simpulan bahwa mertua saya meninggal karena terkena sera-ngan jantung.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Banyak di antara kita yang sebenarnya sudah sering men-dengar atau mengenal istilah ‘angin duduk’ ini, tapi sesung-guhnya banyak yang belum tahu jenis penyakit apakah angin duduk ini. Menurut beberapa jurnal medis di internet ‘angin duduk’ diidentifikasikan sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut, serangan ini hanya berlangsung dalam 15 menit sampai 30 menit.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-291"></span>Orang yang terserang ‘angin duduk’ bisa meninggal dunia secara mendadak. Padahal, si penderita sebelumnya terlihat sehat-sehat saja tanpa keluhan atau merasa kesakitan yang luar biasa.</div>
<div id="_mcePaste">Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengi-dentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab disebut ‘angin duduk’ itu. Ternyata penyakit ini tak sekadar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA). Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh San-toso.SpPD, menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini yang menganggap enteng keluhan-keluhan serangan jantung awal yang memang mirip terkena masuk angin. Bahwa masuk angin hebat tersebut sesungguhnya adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Jadi kata Prof. Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, napas sesak dan keluar keringat dingin sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas pena-nganan gawat darurat jantung. Ingat, penanganannya harus cepat. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.</div>
<div id="_mcePaste">Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan pene-muan terbaru akhir abad ini pada bidang penyakit jantung. Karena ketidaktahuan masyarakat secara luas sehingga penanganan pe-nyakit ini pun menjadi tidak tepat sehingga gejala penyakit ini banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok punggungnya dengan uang lo-gam, dipijat (dikusuk), diberi minuman air panas, diberi jamu tolak angin atau ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa saja meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit jika tidak ditangani secara tepat.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste"><strong>Gejala-gejala</strong></div>
<div id="_mcePaste">Gejala-gejala sindrom ini biasanya adalah muncul keluhan nyeri di tengah dada, seperti ditekan, diremas-remas, men-jalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati. Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Sumber masalah sesung-guhnya terletak pada penyem-pitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal. Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi. Kedua, sum-batan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus). Ketiga, vaso-konstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. Keempat, infeksi pada pembuluh darah.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Penyempitan itu, menga-kibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidakseimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Tapi hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jan-tung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Sementara pada SSJKA angi-na terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat. SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Untuk itu masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya ha-nyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan mem-berikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagu-lan. Atau obat untuk mengan tisipasi ketidakseimbangan sup-plai oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitat, betab-loker dan kalsium antagonis.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengung-kapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi.</div>
<div> </div>
<div id="_mcePaste">Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang dicari di kedai, toko obat atau apotik karena dijual bebas (tanpa resep dokter) adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah). Minum dengan segelas air putih, jangan minum jamuan-jamuan yang mengan-dung zat-zat tertentu yang justru bisa menghambat kerja obat ini. Karena ini bukan masuk angin, maka si penderita jangan dikusuk atau dikerok punggungnya biarkan penderita beristirahat dengan cukup.</div>
</div>
<div id="st0000000001" class="st-taf"><script src="http://taf.socialtwist.com:80/taf/js/shoppr.core.js?id=0000000001"></script><img style="border:0;margin:0;padding:0;" src="http://tellafriend.socialtwist.com:80/wizard/images/tafbutton_blue16.png" onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '0000000001', 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fangin-duduk-sindrom-serangan-jantung-koroner-akut.html', 'Angin+Duduk+%3D+Sindrom+Serangan+Jantung+Koroner+Akut')" onclick="cw(this, {id:'0000000001',link: 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fangin-duduk-sindrom-serangan-jantung-koroner-akut.html', title: '+Angin+Duduk+%3D+Sindrom+Serangan+Jantung+Koroner+Akut+' })"/></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jesri.purba.or.id/health/angin-duduk-sindrom-serangan-jantung-koroner-akut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Styrofoam sebagai Kemasan Pangan</title>
		<link>http://jesri.purba.or.id/health/penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan.html</link>
		<comments>http://jesri.purba.or.id/health/penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 13:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jesri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[bungkus makanan]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Styrofoam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jesri.purba.or.id/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Butet Benny Manurung, S.Si. Apt. M.Kes. Sumber : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=22758:penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan-&#38;catid=131:artikel&#38;Itemid=188 KEMASAN  Pangan adalah wadah (pembungkus) yang dapat membantu mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan pada bahan yang dikemas. Saat ini, ada banyak jenis bahan yang digunakan untuk mengemas makanan diantaranya adalah berbagai jenis plastik, kertas, fibreboard,gelas, tinplate dan aluminium. Kemasan plastik tersebut terbuat dari beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Butet Benny Manurung, S.Si. Apt. M.Kes.</p>
<p>Sumber : <a href="http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=22758:penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan-&amp;catid=131:artikel&amp;Itemid=188">http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=22758:penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan-&amp;catid=131:artikel&amp;Itemid=188</a></p>
<p>KEMASAN  Pangan adalah wadah (pembungkus) yang dapat membantu mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan pada bahan yang dikemas.</p>
<p>Saat ini, ada banyak jenis bahan yang digunakan untuk mengemas makanan diantaranya adalah berbagai jenis plastik, kertas, fibreboard,gelas, tinplate dan aluminium.</p>
<p>Kemasan plastik tersebut terbuat dari beberapa jenis polimer yaitu Polietilen tereftalat (PET), Polivinil klorida (PVC), Polietilen (PE), Polipropilen (PP), Polistirena (PS), Polikarbonat (PC) dan melamin. Diantara kemasan plastik tersebut, salah satu jenis yang cukup populer di kalangan masyarakat produsen maupun konsumen adalah jenis polistirena terutama polistirena foam.</p>
<p>Polistirena foam dikenal luas dengan istilah styrofoam yang seringkali digunakan secara tidak tepat oleh publik karena sebenarnya styrofoam merupakan nama dagang yang telah dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical.</p>
<p>Oleh pembuatnya Styrofoam dimaksudkan untuk digunakan sebagai insulator pada bahan konstruksi bangunan, bukan untuk kemasan pangan.</p>
<p>Kemasan polistirena foam dipilih karena mampu mempertahankan pangan yang panas/dingin, tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan pangan yang dikemas, ringan, dan inert terhadap keasaman pangan.</p>
<p>Karena kelebihannya tersebut, kemasan polistirena foam digunakan untuk mengemas pangan siap saji, segar, maupun yang memerlukan proses lebih lanjut. Banyak restoran siap saji menyuguhkan hidangannya de-ngan menggunakan kemasan ini, begitu pula dengan produk-produk pangan seperti mi instan, bubur ayam, bakso, kopi, dan yoghurt.</p>
<p><span id="more-223"></span>Polistirena foam dihasilkan dari campuran 90-95 persen polistirena dan 5-10 persen gas seperti n-butana atau n-pentana. Dahulu, blowing agent yang digunakan adalah CFC (Freon), karena golongan senyawa ini dapat merusak lapisan ozon maka saat ini tidak digunakan lagi, kini digunakan blowing agent yang lebih ramah lingkungan. Polistirena dibuat dari monomer stirena melalui proses polimerisasi.</p>
<p> Polistirena foam dibuat dari monomer stirena melalui polimerisasi suspensi pada tekanan dan suhu tertentu, selanjutnya dilakukan pemanasan untuk melunakkan resin dan me-nguapkan sisa blowing agent. Polistirena bersifat kaku, transparan, rapuh, inert secara kimiawi, dan merupakan insulator yang baik.</p>
<p>Sedangkan polistirena foam merupakan bahan plastik yang memiliki sifat khusus dengan struktur yang tersusun dari butiran dengan kerapatan ren-dah, mempunyai bobot ringan, dan terdapat ruang antar butiran yang berisi udara lemak rendah atau tinggi.</p>
<p>Kemasan polistirena  juga kini digunakan untuk kemasan yang kontak langsung dengan pangan berlemak seperti produk mengandung air, asam atau tidak asam, mengandung minyak atau lemak bebas atau berlebih, mengandung garam termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi.</p>
<p>Pada umumnya, semakin rendah kerapatan foam, akan semakin tinggi kapasitas insulasinya. Simbol untuk kode identifikasi resinpolistirena yang dikembangkan oleh American Society of the Plastics Industry (SPI) adalah (logo panah memutar), simbol ini menyatakan jenis plastiknya (polistirena, PS) dan mempermudah proses daur ulang.</p>
<p>Faktor-faktor yang mempengaruhi laju migrasi polistirena foam dapat digunakan untuk mengemas pangan pada rentang suhu yang bervariasi, tetapi jika digunakan untuk mengemas pangan pada suhu tinggi, memungkinkan monomer stirena dapat bermigrasi ke dalam pangan dan selanjutnya masuk ke dalam tubuh. Migrasi dipengaruhi oleh suhu, lama kontak, dan tipe pangan. Semakin tinggi suhu, lama kontak, dan kadar lemak suatu pangan, semakin besar migrasinya. berbahaya bagi kesehatan, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya migrasi dari monomer stirena ke dalam pangan yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.</p>
<p>Bahaya monomer stirena terhadap kesehatan setelah terpapar dalam jangka panjang, antara lain : Menyebabkan gangguan pada sistem syaraf pusat, dengan gejala seperti sakit kepala, letih, depresi, disfungsi sistem syaraf pusat (waktu reaksi, memori, akurasi dan kecepatan visiomotor, fungsi intelektual) , hilang pendengaran, dan neurofati periperal. Beberapa penelitian epidemiologik menduga bahwa terdapat hubungan antara paparan stirena dan meningkatnya risiko leukemia dan limfoma.</p>
<p>Berdasarkan data IARC, stirena termasuk bahan yang diduga dapat menyebabkan kanker pada manusia yaitu terdapat bukti terbatas pada manusia dan kurang cukup bukti pada binatang. Monomer stirena dapat masuk ke dalam janin jika kemasan polistirena digunakan untuk mewadahi pangan beralkohol, karena alkohol bersifat dapat melintasi plasenta. Hal ini menjelaskan mengapa dalam jaringan tubuh anak-anak ditemukan monomer stirena meskipun anak-anak tersebut tidak pernah terpapar secara langsung. Monomer stirena juga dapat mengkontaminasi ASI, hal ini dibuktikan dalam penelitian di New Jersey yang menyebutkan bahwa 75 persen dari 12 sampel ASI telah terkontaminasi oleh stirena.</p>
<p>Terjadinya migrasi monomer stirena dari kemasan polistirena foam ke dalam pangan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, namun hal ini tergantung dari jenis dan suhu pangan yang dikemas serta lama kontak pangan dengan kemasan pangan.</p>
<p>Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. Bahkan, beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization’ s International Agency for Research on Cancer dan EPA (Enviromental Protection Agency) telah nyata-nyata me-ngkategorikan styrofoam sebagai bahan carsinogen (bahan penyebab kanker).</p>
<p>Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.</p>
<p>Untuk mengurangi besarnya migrasi stirena dari kemasan polistirena foam dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>Gunakan kemasan polistiren foam hanya untuk sekali pakai.</p>
<p>Hindari penggunaan kema-san polistirena foam untuk pangan yang panas.</p>
<p>Penelitian membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pi-nggir jalan, styrofoam digu-nakan untuk membungkus makanan yang baru masak.</p>
<p>Hindari penggunaan kema-san polistirena foam untuk pangan yang mengandung alkohol, asam, dan lemak.</p>
<p>Stirena yang menjadi bahan dasar polistirena larut lemak dan alkohol, oleh karena itu kemasan jenis ini tidak cocok untuk produk susu atau yoghurt yang mengandung lemak tinggi, serta produk yang mengandung alkohol.</p>
<p>Jika pangan yang akan dikemas bersuhu tinggi, mengandung alkohol, asam, atau lemak maka sebisa mungkin gunakanlah kemasan pangan yang terbuat dari keramik atau kaca/gelas.</p>
<p>Jangan pernah memanaskan atau memasukkan makanan dengan kemasan polistirena foam ke dalam microwave. Waspadai pangan  dari  restoran cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave.</p>
<p>Hindari kontak langsung dengan pangan, untuk itu sebelum mengemas pangan kemasan polistirena dapat dipasang alas jenis plastik lain seperti polietilena (PE)/polipropilena (PP).<br />
Hindari penggunaan kema-san ini oleh wanita hamil dan anak anak.</p>
<p>Makanan yang mengandung vitamin A tinggi sebaiknya juga tidak dipanaskan di dalam wa-dah styrofoam, karena styrene yang ada di dalamnya dapat larut ke dalam makanan. Pemanasan akan memecahkan vitamin A menjadi toluene. Toluene inilah pelarut styren.</p>
<p>Kemasan plastik jenis polistirena juga  sering menimbulkan masalah pada lingkungan karena bahan ini sulit mengalami peruraian biologik dan sulit didaur ulang sehingga tidak diminati oleh pemulung. Kini kebanyakan produk polistirena tidak didaur ulang karena kurangnya fasilitas daur ulang yang sesuai. </p>
<p>Dalam rangka pemeliharaan kesehatan, yang perlu kita perhatikan, bukan hanya jenis pangan yang dikonsumsi.  Tetapi, termasuk jenis  bahan yang digunakan sebagai pengemas produk pangan.</p>
<p>Hendaknya, kita lebih waspada dalam memilih  kemasan pangan. Pilihlah  kemasan pangan  berbahan aman, dan ramah lingkungan.***</p>
<div id="st0000000001" class="st-taf"><script src="http://taf.socialtwist.com:80/taf/js/shoppr.core.js?id=0000000001"></script><img style="border:0;margin:0;padding:0;" src="http://tellafriend.socialtwist.com:80/wizard/images/tafbutton_blue16.png" onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '0000000001', 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fpenggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan.html', 'Penggunaan+Styrofoam+sebagai+Kemasan+Pangan')" onclick="cw(this, {id:'0000000001',link: 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fpenggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan.html', title: '+Penggunaan+Styrofoam+sebagai+Kemasan+Pangan+' })"/></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jesri.purba.or.id/health/penggunaan-styrofoam-sebagai-kemasan-pangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Osteoporosis Penyakit Diam-diam</title>
		<link>http://jesri.purba.or.id/health/osteoporosis-penyakit-diam-diam.html</link>
		<comments>http://jesri.purba.or.id/health/osteoporosis-penyakit-diam-diam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 01:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jesri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jesri.purba.or.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sanny Krisdawati AMG Sumber : Harian Analisa Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya masa tulang secara nyata yang berakibat rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis datang bagaikan rayap di pintu ataupun tiang penyangga rumah.  Tak terduga.  Baru jika tulang sudah keropos, patah tulang dadakan langsung menjadi gejala yang dikeluhkan.  Orang-orang acap kali tidak tahu bahwa mereka menderita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sanny Krisdawati AMG<br />
</strong><em>Sumber : Harian Analisa</em></p>
<p><img src="http://analisadaily.com/images/stories/semuaedisi/151208/kesehatan/osteoporosis.jpg" border="0" alt="" hspace="10" width="214" height="166" align="left" />Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya masa tulang secara nyata yang berakibat rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis datang bagaikan rayap di pintu ataupun tiang penyangga rumah.  Tak terduga.  Baru jika tulang sudah keropos, patah tulang dadakan langsung menjadi gejala yang dikeluhkan.  Orang-orang acap kali tidak tahu bahwa mereka menderita osteoporosis sampai ketika tulang mereka sedemikian lemahnya, regangan tubuh yang mendadak, persinggungan, ataupun jatuh menyebabkan patah tulang.  Karena itu, tak berlebihan pula jika penyakit ini disebut silent disease (penyakit diam-diam).</p>
<p><span id="more-113"></span>Semua tulang sebetulnya rentan akan kelainan ini.  Namun, lokasi patah tulang yang sering kali terjadi adalah di daerah leher bongkol tulang paha atas, tulang belakang dan di daerah tulang lengan bawah.  </p>
<p>Kondisi ini erat kaitannya dengan posisi beban yang dipikul oleh tulang tersebut. Secara empiris terbukti, timbulnya patah tulang acap kali diawali sikap tubuh yang salah.  </p>
<p>Sikap tubuh yang menyimpang saat berdiri, berjalan, ataupun mengangkat barang akan memberi tekanan yang berlebihan pada struktur tulang yang telah keropos.  </p>
<p>Setelah kurun waktu tertentu, ketika tekanan-tekanan tersebut tidak dapat ditanggung lagi oleh tulang, terjadilah patah tulang.  </p>
<p>Khusus daerah tulang belakang akan ditandai patahan-patahan kecil yang me-nyebabkan tulang belakang menurun secara vertikal. Tinggi badan akan menyusut dan bentuk setiap ruas berubah dari bujur sangkar menjadi segi tiga.</p>
<p> Jika tulang belakang yang keropos menekan saraf tulang belakan, si penderita akan menderita nyeri di pinggang yang merambat ke bagian kaki.  Kalau dibiarkan dapat terjadi kelumpuhan gerak anggota kaki bawah.</p>
<p>Kelainan osteoporosis sebetulnya dapat diketahui lebih awal melalui peme-riksaan radiologi tulang khusus, yakni dengan teknik osteo CT-scan selain peme-riksaan laboratorium.</p>
<p><strong>Tipe-tipe Osteoporosis</strong></p>
<p>Secara garis besar ada 2 tipe osteoporosis, tipe primer dan tipe sekunder.  Hampir seluruh kasus osteoporosis termasuk dalam tipe primer (beberapa sumber bahkan secara tegas menyimpulkan 80% dari kasus yang ada termasuk dalam tipe ini).  Osteoporosis tipe primer ini masih lagi dibagi menjadi tiga subtipe : subtipe pertama, subtipe kedua dan subtipe idiophatik (tak diketahui persis penyebabnya).</p>
<p>Osteoporosis primer sub-tipe pertama terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause.  Subtipe kedua didapati pada mereka yang telah berusia lanjut, lebih dari 70 tahun.  <br />
Pada subtipe idiophatik, kasus osteoporosis didapati pada wanita dan pria dalam usia yang relatif jauh lebih muda.  Penyebab pasti hingga kini tak diketahui secara pasti.  Diduga faktor keturunan (genetika) memegang peranan penting.  </p>
<p>Bisa saja kadar kalsium fosfat, vitamin D, hormon pengatur tulang sudah me-madai, namun karena terdapat kelainan fungsi sel-sel osteoblast dalam menjalankan kerjanya, terjadi kemunduran proses mineralisasi tulang.  </p>
<p>Seorang wanita yang ibunya pernah mengalami patah tulang di bongkol leher tulang paha pada usia kurang dari 45 tahun ternyata memiliki resiko empat kali untuk mengalami hal yang sama dibandingkan wanita sebaya yang tidak mempunyai riwayat keluarga yang sama.</p>
<p>Tipe osteoporosis yang lain adalah tipe sekunder.  Pada tipe ini, bukan faktor menopause, usia, ataupun sifat-sifat genetis yang menjadi biang keladinya, melainkan faktor-faktor luar seperti kehilangan hormonal (endokrin), kelainan pola makan, penggunaan obat-obatan serta gaya hidup yang tidak sehat.</p>
<p>Yang beresiko tinggi terkena osteoporosis.<br />
1.    Penderita Hiperpara-tiroid.<br />
2.    Penderita Hipertiroid.<br />
3.    Penderita Anoreksia Nervosa.<br />
4.    Pemakai obat kortiko-steroid dalam waktu yang lama.<br />
5.     Perokok<br />
6.     Peminum kopi berle-bihan.<br />
7.     Peminum alkohol</p>
<p>Mungkinkah Osteoporosis Dicegah?<br />
Rasanya kuranglah tepat bila mengatakan osteoporosis adalah penyakit (kecuali pada kelainan yang bersifat diturunkan dan pada kelainan akibat penyakit lain).  </p>
<p>Osteoporisis merupakan kondisi alamiah yang terjadi pada setiap orang ketika usia beranjak tua.  Hingga saat ini belum juga dapat dipecahkan misteri penuaan, termasuk obat jitu untuk mencegah osteoporosis.</p>
<p>Hanya langkah-langkah untuk menunda proses itu yang bisa dilakukan.  Mem-bentuk struktur tulang yang kuat, khususnya sebelum usia 30 tahun, merupakan cara terbaik dalam menunda pengeroposan. Gaya hidup yang sehat juga memegang peranan tak kalah penting.***</p>
<div id="st0000000001" class="st-taf"><script src="http://taf.socialtwist.com:80/taf/js/shoppr.core.js?id=0000000001"></script><img style="border:0;margin:0;padding:0;" src="http://tellafriend.socialtwist.com:80/wizard/images/tafbutton_blue16.png" onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '0000000001', 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fosteoporosis-penyakit-diam-diam.html', 'Osteoporosis+Penyakit+Diam-diam')" onclick="cw(this, {id:'0000000001',link: 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fosteoporosis-penyakit-diam-diam.html', title: '+Osteoporosis+Penyakit+Diam-diam+' })"/></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jesri.purba.or.id/health/osteoporosis-penyakit-diam-diam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah Pikun Sejak Dini</title>
		<link>http://jesri.purba.or.id/health/mencegah-pikun-sejak-dini.html</link>
		<comments>http://jesri.purba.or.id/health/mencegah-pikun-sejak-dini.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 01:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jesri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[pikun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jesri.purba.or.id/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Arihta Pandia, S.Si, Apt. Sumber : Harian Analisa SEBAGAIMANA organ tubuh yang lain, maka otak manusia juga mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Akibat dari penurunan fungsi otak salah satunya adalah timbulnya gangguan daya ingat atau intelegensia yang dalam bahasa medis disebut demensia atau yang biasa kita kenal dengan istilah pikun. Untuk mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Arihta Pandia, S.Si, Apt.<br />
Sumber : Harian Analisa</p>
<p>SEBAGAIMANA organ tubuh yang lain, maka otak manusia juga mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Akibat dari penurunan fungsi otak salah satunya adalah timbulnya gangguan daya ingat atau intelegensia yang dalam bahasa medis disebut demensia atau yang biasa kita kenal dengan istilah pikun. Untuk mereka yang sudah memasuki usia tua, pikun adalah kondisi yang wajar yang biasa dialami, meski ada juga kepikunan yang terjadi karena penyakit yang merusak jaringan otak seperti Alzheimer.</p>
<p><span id="more-109"></span>Kepikunan bisa menggejala secara ringan saja seperti lupa dimana meletakkan barang, lupa nama seseorang dan sebagainya.</p>
<p>Namun pada pikun yang parah, penderita bisa tidak mengenali siapa dirinya, keluarganya dan lingkungannya sehingga sangat tergantung pada orang lain. Ini biasanya terjadi pada kepikunan yang disebabkan penyakit baik penyakit Alzheimer atau penyakit atheroskelerosis (sumbatan pada pembuluh darah).</p>
<p>Merangsang Otak</p>
<p>Berbeda dengan mesin yang jika semakin sering digunakan maka mesin tersebut akan semakin cepat ‘aus’, maka pada otak justru berlaku kebalikannya.</p>
<p>Semakin tua seseorang, otaknya memang akan mengalami berbagai perubahan struktur maupun kimiawi yang khas sehingga fungsi maksimalnya menurun, tetapi tingkat ‘keausan’ otak justru bisa diperlambat bila otak semakin banyak dan sering digunakan.</p>
<p>Begitu pula penerapan pola hidup sehat dengan berolah raga yang cukup dan mengkonsumsi menu yang seimbang serta jauh dari rokok, alkohol dan zat-zat terlarang, akan turut membantu memaksimalkan fungsi otak untuk waktu yang lebih lama.</p>
<p>Jadi, terus belajar dan banyak melakukan aktivitas yang bermanfaat merupakan kunci stimulasi terhadap otak, karena dari stimulasi inilah sel-sel syaraf otak terus dirangsang untuk hidup, aktif dan berkembang. Dengan terus menstimulasi otak, kemungkinan terjadinya sumbatan, lesi (luka), bahkan luruhnya sel-sel otak (yang biasa terjadi pada sel-sel yang lama tidak digunakan) bisa diminimalkan.</p>
<p>Fungsi otak dapat dirinci dan dipilah-pilah. Fungsi otak belahan kiri berpusat pada urusan kemampuan baca-hitung tulis yang logis analitis. Sementara otak belahan kanan berperan pada urusan pemantauan dan perlindungan diri terhadap lingku-ngan, sosialisasi, spiritual, musik, kesenian, pribahasa dan emosi.</p>
<p>Aktivitas dua belahan ini dikordinasi secara fisiologis melalui serabut syaraf yang berfungsi menjadi jembatan komunikasi antara kedua belahan otak.</p>
<p>Jembatan ini memungkinkan orang menggunakan kedua belahan otak secara bergantian maupun komp-lementer. Dan semakin banyak aktivitas yang merang-sang sel-sel syaraf otak kiri dan kanan, juga merangsang ‘hidupnya’ jembatan syaraf sehingga membuat penggunaan otak secara keseluruhan menjadi semakin maksimal dan kepikunan pun dapat diperlambat.<br />
Hanya 20 persen</p>
<p>Sepanjang umur, umumnya manusia hanya meng-gunakan tak lebih 20 persen dari kemampuan otaknya. Sebanyak 80 persen lagi hilang dan luruh seiring tak termanfaatkannya sel-sel otak sejak masa balita. Namun dalam memanfaatkan yang 20 persen ini pun tidak banyak orang yang bisa mencapai taraf maksimal, terbukti dari terdapatnya jutaan orang yang mengalami kepikunan di dunia ini.</p>
<p>Di Indonesia, hingga saat ini diketahui ada sekitar 15 juta jiwa penduduk usia manula dan 15 persen diantaranya mengalami kepikunan.</p>
<p>Umumnya, fungsi otak belahan kanan memang lebih cepat menurun. Daya ingat visual yang menurun membuat orangtua mudah lupa wajah orang, sulit berkonsentrasi dan cepat beralih perhatian. Selain itu, juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berjalan, berlari, membuka dan menutup telapak tangan dan banyak lagi.</p>
<p>Stimulasi untuk meningkatkan kemampuan otak belahan kanan perlu diberikan porsi yang memadai, berupa latihan atau permainan yang prosedurnya membutuhkan konsentrasi atau memori visual termasuk melakukan aktivitas seperti banyak bergaul, bersilaturrahmi, aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya.</p>
<p>Sementara fungsi otak kiri bisa dimaksimalkan dengan melakukan aktivitas-aktivitas rutin secara kontinyu, seperti membaca Al-Qur’an, menulis buku harian, membaca buku bahkan sekedar melakukan kegiatan-kegiatan rutin rumah tangga seperti memasak, membetulkan pagar dan sebagainya.<br />
Penyakit Alzheimer</p>
<p>Berikut ini adalah sepuluh gejala dini penyakit Alzheimer yang harus diwaspadai. Siapa tahu gejala-gejala tersebut telah menghinggapi diri kita.</p>
<p>1. Gangguan daya ingat: lupa janji, lupa nama orang, lupa teman, tidak dapat mengingat kejadian baru atau pembicaraan.<br />
2. Kesulitan melakukan aktivitas/pekerjaan sehari-hari.<br />
3. Kesulitan berbahasa: sulit menemukan kata yang tepat, sulit mengerti pembicaraan.<br />
4. Disorientasi waktu dan tempat, tidak mengenal tanggal, bulan, tahun dan lingkungannya.<br />
5. Kemampuan penilaian/pengambilan keputusan yang menurun; gangguan penilaian sosial dan penampilan diri yang jelek.<br />
6. Kesulitan berpikir abstrak, kesulitan perhitungan sederhana, membaca kalender, mengurus buku cek atau giro bank.<br />
7. Lupa dan salah meletakkan barang.<br />
8. Perubahan alam perasaan atau prilaku, mudah sedih, gelisah, curiga dan agresif.<br />
9. Perubahan kepribadian, apatis, kurang spontanitas, menarik diri dari interaksi sosial.<br />
10. Hilangnya inisiatif dan minat, mulai mening-galkan hobi/kesenangan yang sebelumnya diminati.</p>
<p>Mencegah pikun</p>
<p>Setidaknya ada tiga jalan yang bisa dilakukan sejak usia muda untuk memperlambat atau mencegah datangnya pikun. Pertama, ingat prinsip: “belajar selama hayat dikandung badan.” Artinya, jangan pernah berhenti belajar.</p>
<p>Teruslah rangsang atau stimulasi otak kita dengan cara banyak membaca, menulis dan kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan aktivitas otak, misalnya menghapal, adalah resep mujarab meng-hindari pikun.</p>
<p>Seandainya anda kini merasa membutuhkan upaya yang jauh lebih keras untuk memahami isi bacaan dibanding sekian tahun yang lalu, jangan sedih. Upaya tersebut bagaimanapun jauh lebih baik daripada membiarkan otak menganggur.</p>
<p>Kedua, aktiflah bermasyarakat. Membina hubungan dengan orang lain merupakan satu upaya untuk tetap memfungsikan otak kanan. Segala aktivitas bisa dilakoni baik aktivitas yang bersifat ‘mengambil’ peran maupun ‘memberi’ peran.</p>
<p>Ketiga, jalani hidup sehat. Selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, tidak merokok, tidak meminum minuman keras, serta rutin berolah raga adalah modal utama kita dalam memasuki masa tua dengan penuh manfaat dan jauh dari kepikunan. ***</p>
<div id="st0000000001" class="st-taf"><script src="http://taf.socialtwist.com:80/taf/js/shoppr.core.js?id=0000000001"></script><img style="border:0;margin:0;padding:0;" src="http://tellafriend.socialtwist.com:80/wizard/images/tafbutton_blue16.png" onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '0000000001', 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fmencegah-pikun-sejak-dini.html', 'Mencegah+Pikun+Sejak+Dini')" onclick="cw(this, {id:'0000000001',link: 'http%3A%2F%2Fjesri.purba.or.id%2Fhealth%2Fmencegah-pikun-sejak-dini.html', title: '+Mencegah+Pikun+Sejak+Dini+' })"/></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jesri.purba.or.id/health/mencegah-pikun-sejak-dini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
